Sejarah Bakso
Bakso memiliki akar dari seni kuliner Tionghoa Indonesia hal ini ditunjukkan dari istilah Bakso berasal dari kata Bak-So, dalam Bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging babi giling'. Karena kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim, maka bakso lebih umum terbuat dari daging halal
seperti daging sapi, ikan, atau ayam. Seiring berkembangnya waktu,
istilah bakso menjadi lebih dikenal dengan 'daging giling' saja. Kini,
kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang. Tempat yang terkenal sebagai pusat Bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang.
Variaan/ Jenis Bakso
- Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar
- Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus
- Bakso Gunung: bakso berbentuk Bola Besar menyerupai gunung yang akan meletus
- Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih
- Bakso ikan: bakso berbahan daging ikan
- Bakso udang: bakso berbahan dari udang
- Bakso Malang: hidangan bakso dari kota Malang , Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomay, dan pangsit goreng
- Bakso keju: bakso resep baru berisi keju
- Bakso Bakar: bakso yang diolesi bumbu khusus dan dibakar langsung (tanpa arang) dan disediakan bersama potongan ketupat dan kuah kaldu yang hangat dan bumbu kacang. Biasanya bumbu oles sebelum dibakar merupakan salah satu yang menentukan enak atau tidaknya bakso bakar.
Kesehatan
Dalam proses pembuatanya, ada bakso yang dicampur dengan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet.[2] Hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM. BPOM mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan berkadar boraks tinggi selama kurun 5–10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati.[3] Maka bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan pasar swalayan diwajibkan bebas boraks.
Resep Membuat Bakso
Bahan Bakso:
1. 250 gram daging sapi, giling sampai halus sekali
2. 125 gram tepung kanji
3. 25 cc air
4. 1/2 sendok makan garam
5. 2 siung bawang putih, haluskan
6. 1/4 sendok teh merica bubuk
1. 250 gram daging sapi, giling sampai halus sekali
2. 125 gram tepung kanji
3. 25 cc air
4. 1/2 sendok makan garam
5. 2 siung bawang putih, haluskan
6. 1/4 sendok teh merica bubuk
Kuah ayam:
1. 750 cc kaldu ayam
2. 1/2 sendok teh merica bubuk
3. 1 sendok teh garam
4. 1 batang daun bawang, iris tipis
1. 750 cc kaldu ayam
2. 1/2 sendok teh merica bubuk
3. 1 sendok teh garam
4. 1 batang daun bawang, iris tipis
Cara membuat Bakso:
1. Campur daging sapi giling dengan tepung kanji, garam, bawang putih, dan merica
1. Campur daging sapi giling dengan tepung kanji, garam, bawang putih, dan merica
bubuk, uleni sambil ditambah air sedikit-sedikit sampai
adonan licin.
2. Didihkan air yang agak banyak, lalu kecilkan api sampai air tidak bergolak lagi.
3. Kepal adonan hingga keluar dari genggaman, sendoki dan masukkan ke dalam air
2. Didihkan air yang agak banyak, lalu kecilkan api sampai air tidak bergolak lagi.
3. Kepal adonan hingga keluar dari genggaman, sendoki dan masukkan ke dalam air
mendidih tadi,
4. Rebus kira-kira 10 menit, jaga air jangan sampai bergolak agar bakso tidak pecah.
5. Kuah ayam: didihkan kaldu ayam, masukkan merica bubuk dan garam, aduk rata,
4. Rebus kira-kira 10 menit, jaga air jangan sampai bergolak agar bakso tidak pecah.
5. Kuah ayam: didihkan kaldu ayam, masukkan merica bubuk dan garam, aduk rata,
lalu masukkan bakso, didihkan kembali, angkat dari api, taburi
dengan daun bawang.
6. Biasanya disajikan bersama-sama dengan Mi Ayam Jamur dan Pangsit Rebus.
6. Biasanya disajikan bersama-sama dengan Mi Ayam Jamur dan Pangsit Rebus.
SELAMAT MENCOBA !!!!!!! SEMOGA BERMANFAAT !!!!!!!!!!!
No comments:
Post a Comment